Penyajian lisan sangatlah banyak di antaranya: ceramah, diskusi, seminar, khutbah, pembaca berita, sidang ,pidato, rapat, wawancara, MC, konferensi, kongres, debat, dan lain-lain.
salah satu contoh penyajian lisan adalah Pidato.
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau ber-orasi guna menyatakan pendapatnya atau guna memberikan gambaran tentang suatu hal.Pidato biasanya dibawakan oleh 1 orang lalu memberikan orasi - orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut dibincangkan.Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya
Dipraktekkan guna menenangkan massa / khalayak ramai
Biasanya seorang pemimpin atau orang yang berpengaruh diwajibkan untuk menguasai teori pidato
Tujuan Pidato
Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini : 1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. 2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. 3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
Metode Pidato
Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidatu di depan umum : 1. Metode menghapal, yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghapalkannya kata per kata. 2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan tehnik serta merta. 3. Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.
Persiapan Pidato
Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini : 1. Wawasan pendengar pidato secara umum 2. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan 3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti. 4. Mengetahui jenis pidato dan tema acara. 5. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb.
Kerangka Susunan Pidato
Skema susunan suatu pidato yang baik : 1. Pembukaan dengan salam pembuka 2. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi 3. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud, tujuan, sasaran, rencana, langkah, dll. 4. Penutup (kesimpulan, harapan, pesan, salam penutup, dll)
Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang di tulis seseorang untuk
melamar sebuah pekerjaan dan surat lamaran ini merupakan
salah satu unsur pendukung yang cukup penting dalam proses melamar
pekerjaan.Oleh karena itu,ada baiknya kita membuat surat lamaran
dengan baik dan benar.
Isi dari surat lamaran sebaiknya dapat memberikan kesan simpatik tapi tidak terlalu berlebihan dan jangan merendahkan
Kesan pertama begitu menggoda. Usahakan di awal menulis surat lamaran, buat sebaik mungkin untuk menarik perhatian yang membacanya. Sehingga si pembaca akan memberikan perhatian lebih untuk terus membaca surat lamaran anda
Menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Jangan pernah menulis surat lamaran yang panjang dan tidak bermutu, karena hal itu akan menyebabkan si pembaca malas untuk memperhatikan surat lamaran anda.
Sesuaikan kemampuan anda dalam berbahasa.
Jangan sekali-kali menggunakan bahasa inggris jika tidak diminta. Apalagi jika memang anda tidak mampu menulis surat lamaran dengan bahasa inggris
Alasan dan Tujuan Melamar
Sertakan alasan dan tujuan anda melamar. Jangan terlalu detail. Usahakan singkat dan padat
Kerapihan Surat Lamaran
Kerapihan surat lamaran, mencerminkan kepribadian anda
Tulis tangan
usahakan dalam pembuatan surat lamaran kerja di tulis menggunakan tulisan tangan karena selain untuk melihat kerapihan tulisan anda biasanya orang juga menilai kemampuan anda dalam bekerja dengan melihat tulisan tangan.
Sertakan resume atau Bukti pengalaman kerja anda (jika ada).
Hendaknya mencantumkan resume atau refrensi kerja yang benar-benar valid atau sah. Jika resumeyang anda lampirkan tidak valid kemudian pihak perusahaan mengetahuinya, maka jangan harap anda bisa diterima kerja
Penggunaan kertas
Pergunakan kertas warna putih dan ukuran standar. Biasanya ukuran kuarto (letter) atau A4
Pergunakan Tinta Hitam.
Menulis dengan tinta hitam akan lebih memberikan kesan formal dibanding anda menulis dengan menggunakan tinta biru apalagi merah
Simple dan Jelas.
Cukup satu halaman saja dengan lamaran yang singkat, padat dan jelas
Pengaturan tata Bahasa yang Baik.
Hati-hati dalam menulis lamaran. Gunakan struktur bahasa yang baik dalam penulisan surat lamaran
Mudah Dipahami.
Buat surat lamaran anda mudah dipahami. Jangan mentang-mentang anda bisa bahasa kontemporer lalu dengan seenaknya anda mencantumkan bahasa tersebut di lamaran anda. Karena mungkin saja anda bisa dianggap berlebihan
Cek Ulang.
Setelah selesai menulis surat lamaran, usahakan cek ulang. Takut ada kesalahan penulisan atau karena struktur bahasa yang tidak baik
Contoh surat lamaran kerja dalam Bahasa Indonesia:
Contoh Dalam Bahasa Indonesia:
MANAGER PEMASARAN 1
Jl. Komando III/56
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan 12920
28 Februari, 2007
Yth;
Bpk. Ardi Sanjaya Vice-President of Sales
PT. Fastron Electronic
Jl. M.H. Thamrin kav. 12 A
Jakarta Selatan
Dengan hormat,
Bersama surat ini saya ingin mengajukan diri untuk bergabung dengan PT. Fastron Electronic, karena latar belakang dan pengalaman saya dalam mengembangkan departemen pemasaran mungkin akan berguna bagi perusahaan ini.
Seperti yang telah dijelaskan dalam resume terlampir, saya telah berkarir di PT. Bakrie Electric selama 10 tahun, dimulai dari tingkat trainee hingga mencapai jabatan Manajer Pemasaran. Setiap tahun saya selalu sukses melakukan peningkatan jumlah nasabah baru, mengelola nasabah yang sudah ada agar tetap menjadi nasabah yang setia, serta membuka kembali pasar yang sebelumnya telah tertutup.
Sebagai manajer pemasaran, saya bertanggung jawab dalam bidang perekrutan, pelatihan dan penyeliaan atas lebih kurang 120 an staf penjualan di Jakarta, serta bertanggung jawab tarhadap penjualan di wilayah Jawa dan Bali.
Saya menantikan kesempatan untuk bertemu Anda, dimana saya akan menjelaskan potensi dan kemampuan diri saya secara lebih terperinci dan mendalam. Saya bisa dihubungi di 021-7756729.
Hormat saya,
Feisal Mustafa
Contoh 2
Kepada Yth,
Kepala Bagian Personalia PT. Hotel Jaya Megah
Jl. Raya Perjuangan 56
Jakarta Barat
Dengan hormat,
Setelah membaca iklan bapak pada harian Kompas hari ini untuk jabatan penerima tamu (receptionist), saya mengajukan diri untuk mengisi posisi tersebut.
Saya telah menyelesaikan program diploma saya di bidang perhotelan dan pariwisata di Akademi Pariwisata Jakarta, dan berkeyakinan mempunyai kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut. Saya berusia dua puluh tahun dan pernah bekerja pada perusahaan asuransi. Saya dapat berbicara dengan bahasa Inggris secara baik dan mampu mengoperasikan komputer.
Sebagai bahan pertimbangan, saya telah melampirkan daftar riwayat hidup, salinan surat berkelakuan baik dari Kepolisian, ijazah terakhir serta foto saya yang terbaru.
Saya sangat menantikan kesempatan untuk wawancara, dimana saya bisa menjelaskan seluruh potensi dan kemampuan diri saya kepada bapak.
Hormat saya,
Wirda Nadya
Contoh dalam bahasa inggris:
Jl. Raya Flamboyan 21
Bojong Depok Baru 2
Cibinong 16914
Phone : 021 - 87903802
June 11th, 2007
Attention To:
Mr. Haryono Sujatmiko
PT. Bumi Sentosa Damai
Jl. Garuda No. 33
Bogor
Dear Mr. Sujatmiko,
I am a graduate student in Computer Science at Indonesia University, and I will be awarded an M.S. degree in July 2007. I am currently looking for a position related to Database/Graphics Package Design in the research and development department of a major company.
Before coming to Indonesia University, I designed, supervised, and completed a CAD system. The function covers vector, character and curve generation, windowing, shading, and transformations.
At Indonesia University, my research work involves Compilation of Relational Queries into Network DML. To enhance my background, I have taken some courses in computer graphics and database, and I have experience in and an understanding of the design of databases. With this b background, I certainly believe that I am competent to meet challenging tasks and can make a good contribution to your company.
Enclosed is my resume, which indicates in some detail my training and experience. I sincerely hope that my qualifications are of interest to you and that an interview might be arranged at your convenience.
Thank you for your consideration. I look forward to hearing from you soon.
Sikap dari seorang guru adalah salah satu faktor yang menentukan bagi perkembangan jiwa anak didik selanjutnya. Karena siikap seorang guru tidak hanya dilihat dalam waktu mengajar saja, tetapi juga dilihat tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-sehari oleh anak didiknya.
Mengingat pada saat ini banyak sikap dari seorang guru tidak lagi mencerminkan sikapnya sebagai seorang pendidik karena adanya berbagai faktor yang mestinya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. karenanya masalah sikap guru dalam mengajar perlu mendapat perhatian kita semua.
Proses pendidikan berlangsung tidak tanpa alasan dan atau tujuan, pendidikan merupakan proses yang berfungsi membimbing pelajar didalam kehidupan. Yakni membimbing perkembangan diri sesuai dengan tugas-tugas perkembangan tersebut, dalam mencukupi kebutuhan hidup baik sebagai individu maupun sebagi anggota masyarakat.
Bila mana ditinjau secara luas akan jelas nampak bahwa manusia yang hidup dan berkembang adalah manusia yang selalu berubah dan perubahan itu adalah hasil belajar. Hanya soalnya tidak semua peristiwa belajar itu berlangsung secara sadar dan terarah. Malahan pada dasarnya lebih banyak hal-hal yang dipelajari manusia dengan tak sadar dan terencana . Menyadari bahwa perubahan yang tak disadari dan tak diarahkan lebih banyak memberikan kemungkinan perubahan tingkah laku yang berada di luar titik tujuan.
Pendidikan menurut hakekatnya memang adalah suatu peristiwa yang mempunyai aspek normatif yang artinya, bahwa di dalam peristiwa pendidikan, pendidik dan anak didik berlangsung pada ukuran, norma atau nilai-nilai yang diyakini sebagai suatu yang baik. Karena dalam pendidikan ini biasanya dilakukan dalam keadaan sadar antara pendidik dan anak didik. Memang ada juga pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dengan anaknya dan itu terjadi di rumah.
Fakta : ---------
Opini : ---------
Di kutip dari: http://educare.e-fkipunla.net/index.php?option=com_content&task=view&id=45&Itemid=3
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulisan sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Majas perbandingan:
Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
Majas sindiran:
Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
Majas penegasan:
Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.
Majas pertentangan:
Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.
*Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat banda mati seolah-olah hidup memiliki sifat-sifat manusia. majas ini sebenarnya seperti majas hiperbola yaitu sesuatu yang sebenarnya tidak mungkin terjadi tetapi majas ini lebih sering mengumpamakan benda mati yang sepaerti benda hidup. Contoh : - Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam jumat pahing. - awan menari-nari di angkasa.
* Nama : Eka Satria B * Sekolah :Smansa pwk * Pekerjaan:pelajar sejati * Agama: IsLam * Hobi : Basket, , , * Kesukaan: Brteman, brkawan, brsahabat, * Buku Favorit:Al-Qur'an... Al-Qur'an... Al-Qur'an... Bku Yg laen'a klah pnting.. * Film Favorit:Akh jngan d sbut_in lah, malu euy * Musik Favorit:RegGae RegGae RegGae RegGae ampe M A T I !!! * Acara TV Favorit:SpoNgeBob, Doraemon, Naruto, Sinchan, Doooorraaaa * Tentang diri saya:Pinter,baik,rajin n Soleh klu Gk salah.!!